Rabu, 15 Oktober 2014

Ekonomi Koperasi

ANDAI AKU JADI MENTRI KOPERASI


Pengertian koperasi sendiri adalah lembaga usaha yang dinilai cocok untuk memberdayakan rakyat kecil. Koperasi banyak dikenal sebagai usaha yang mengkhususkan dirinya. Koperasi juga sering disebut sebagai sekumpulan orang banyak yang punya tujuan sosial, kesetaraan dan tanggung jawab. Selain itu koperasi juga terbuka untuk siapapun. Modal koperasi sendiri berasal dari modal sendiri dan modal simpanan. Modal sendiri ada simpanan pokok, simpanan wajib dana cadangan dan hibah.

Dahulu, koperasi hanya menekankan pada kegiatan simpan pinjam. Kemudian, berkembang menjadi koperasi serba usaha yang juga menyediakan barang-barang konsumsi. Hingga perkembangan koperasi Indonesia mulai merambah pada penyediaan barang-barang untuk keperluan produksi. Perkembangan koperasi Indonesia berbeda jauh dengan perkembangan pada bidang lain yaitu sama-sama menuju perubahan yang lebih baik dengan cara mengubah sistem yang tidak baik kemudian disesuaikan dengan keadaan yang sedang terjadi.

Di Indonesia ada dua jenis koperasi yang masih berkembang sampai saat ini, yaitu koperasi yang bersifat konvesional dan koperasi syariah. Dalam penggunaan atau asas koperasi syariah tidak jauh berbeda dengan koperasi konvesional yaitu asas dari koperasi syariah itu sendiri berdasarkan konsep gotong royong dan tidak dimonopoli oleh seorang pemilik modal.

Penyebab koperasi di Indonesia yang mulai meredup yaitu belum memiliki kemampuan untuk menjalankan peranannya secara efektif. Ada beberapa permasalahan kenapa koperasi di Indonesia makin lama makin meredup antara lain :
1.            Koperasi sulit berkembang karena modal terbatas. Oleh sebab itu, pemerintah memanjakan koperasi dengan memberikan bantuan untuk koperasi melalui dana-dana segar tanpa pengawasan kearah mana dana yang dialirkan digunakan sehingga koperasi bersifat manja dan tidak mandiri dalam pengelolaan modalnya.

2.        Masyarakat Indonesia menomor duakan yang namanya koperasi sehingga perkembangan koperasi di Indonesia menjadi terhambat. Dulu koperasi menyediakan berbagai perlengkapan produk dengan harga yang murah namun dengan adanya pesaing swasta yang berdatangan, koperasi mulai gulung tikar secara perlahan karena masyarakat lebih sering berbelanja seperti di giant, hypermart, dan lain-lain.

3.               Kesadaran masyarakat tentang pengetahuan koperasi masih sangat rendah. koperasi sudah kita kenal dari dulu namun hingga saat ini masih ada saja orang yang belum begitu mengenal dengan koperasi atau berpendidikan rendah. Oleh karena itu ada baiknya pemerintah memberikan penyuluhan yang lebih dalam mengenai apa itu koperasi kepada masyarakat.

4.          Tingkat partisipasi anggota koperasi yang masih rendah. Akibat dari kurangnya penyuluhan mengenai koperasi dan kesadaran masyarakatnya sehingga partisipasi dari masyarakat kurang, masyarakat saat ini berpola pikir yang simple “tidak mau repot” padahal koperasi ini adalah salah satu unit yang bisa meningkatkan taraf kesejahteraan rakyat.

5.         Perkembangan koperasi di Indonesia berkembang bukan dari kesadaran masyarakat namun berasal dari dukungan pemerintah sehingga pemerintah bekerja sebagai pendukung dan mensosialisasikan koperasi untuk masyarakat ke bawah.

 Dari permasalahan yang ada seharusnya pemerintah mencari solusi untuk memajukan koperasi, seperti yang kita ketahui koperasi yang merupakan gerakan usaha ekonomi yang merakyat, saat ini harus di tuntut untuk mengikuti perkembangan zaman namun masih memegang prinsip-prinsip yang ada agar koperasi terlihat menarik oleh masyarakat sehingga masyarakat tertarik untuk berpartisipasi menjadi anggota. Selain itu dapat kita lihat bahwa dari segi kualitasnya masih terus harus diperbaiki paling tidak diperlukan daya dukung internal yang kuat yang sanggup bersaing dipasaran.

            Dapat disimpulkan koperasi saat ini masih dikategorikan berkembang, seandainya koperasi tidak ditangani dengan baik maka koperasi ke depannya akan lebih buruk keadaannya dari saat ini. Oleh karena itu, selain kita mengharapkan jalan keluar masalah ini dari pemerintah ataupun menteri koperasi ada baiknya kita perlu melibatkan peranan pemuda untuk menggerakkan koperasi yang dinilai juga sangat penting. Karena pemuda sebagai generasi kedepan mencerminkan bagaimana keadaan ekonomi nantinya.  Untuk bisa melibatkan pemuda dalam kepengurusan koperasi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak (seperti pemerintah, dunia usaha dan pendidikan) dan daya tarik tersendiri dari koperasi karena para pemuda saat ini lebih memilih berkarir di perusahaan besar dibanding melihat potensi koperasi yang tidak menjanjikan. Oleh karena itu kita perlu merubah pola pikir dari keinginan untuk menjadi pegawai menjadi mental wirausaha. Motivasi untuk merubah tantangan dan kelemahan yang ada di koperasi menjadi peluang yang menjanjikan yang harus senantiasa disampaikan kepada para pemuda.

Hal-hal yang harus dilakukan untuk memajukan koperasi Indonesia
 1. Perhatikan berbagai aspek untuk memajukan koperasi aspek mana yang harus di majukan dan              diperhatikan
2.Tingkatkan partisipasi para anggota koperasi dengan memotivasi mereka dalam mengembangkan        pola pikir mereka dan menjalakan koperasi dan harus dilakukan penyuluhan kepada para anggota
3. Menyadari para masyarakat tentang adanya koperasi dan kegunaan adanya koperasi sehingga para      masyarakat mengetahui koperasi lebih jelas
4.Pemerintah  harus memanjakan koperasi dengan memberikan bantuan untuk koperasi melalui dana-   dana segar tanpa pengawasan kearah mana dana yang dialirkan digunakan sehingga koperasi               bersifat   manja dan tidak mandiri dalam pengelolaan modalnya.

Berikut adalah beberapa kendala pokok yang dihadapi oleh koperasi di Indonesia :
1.Permodalan
Kurang berkembangnya koperasi juga berkaitan sekali dengan kondisi modal keuangan badan usaha tersebut. Kendala modal itu bisa jadi karena kurang adanya dukungan modal yang kuat dan dalam atau bahkan sebaliknya terlalu tergantungnya modal dan sumber koperasi itu sendiri. Jadi untuk keluar dari masalah tersebut harus dilakukan melalui terobosan structural, maksudnya dilakukannya restrukturasi dalam penguasaan factor produksi, khususnya permodalan.

2. Sumber Daya Manusia
Banyak anggota, pengurus maupun pengelola koperasi kurang bisa mendukung jalannya koperasi. Dengan kondisi seperti ini maka koperasi berjalan dengan tidak profesional dalam artian tidak dijalankan sesuai dengan kaidah sebagimana usaha lainnya.
Dari sisi keanggotaan, sering kali pendirian koperasi itu didasarkan pada dorongan yang dipaksakan oleh pemerintah. Akibatnya pendirian koperasi didasarkan bukan dari bawah melainkan dari atas. Pengurus yang dipilih dalam rapat anggota seringkali dipilih berdasarkan status sosial dalam masyarakat itu sendiri. Dengan demikian pengelolaan koperasi dijalankan dengan kurang adanya control yang ketat dari para anggotanya.
Pengelola ynag ditunjuk oleh pengurus seringkali diambil dari kalangan yang kurang profesional. Sering kali pengelola yang diambil bukan dari yang berpengalaman baik dari sisi akademis maupun penerapan dalam wirausaha.

3. Manajerial
Manajemen koperasi harus diarahkan pada orientasi strategik dan gerakan koperasi harus memiliki manusia-manusia yang mampu menghimpun dan memobilisasikan berbagai sumber daya yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang usaha. Oleh karena itu koperasi harus teliti dalam memilih pengurus maupun pengelola agar badan usaha yang didirikan akan berkembang dengan baik.
Ketidak profesionalan manajemen koperasi banyak terjadi di koperasi koperasi yang anggota dan pengurusnya memiliki tingkat pendidikan yang rendah. contohnya banyak terjadi pada KUD yang nota bene di daerah terpencil. Banyak sekali KUD yang bangkrut karena manajemenya kurang profesional baik itu dalam sistem kelola usahanya, dari segi sumberdaya manusianya maupun finansialnya. Banyak terjadi KUD yang hanya menjadi tempat bagi pengurusnya yang korupsi akan dana bantuan dari pemerintah yang banyak mengucur.

HARAPANKU UNTUK KOPERASI INDONESIA
            Harapanku untuk koperasi Indonesia sangat banyak. Karena saya sangat menyukai konsep koperasi yang didalamnya terdapat nilai-nilai kehidupan yang penting. Sifat gotong royong, rasa saling melindungi, tolong-menolong, penyelesaian masalah bersama dan berdasarkan atas asas kekeluargaan.


            Harapan PERTAMA berharap masyarakat lebih mengenal koperasi dan mempopulerkan koperasi dengan membeli barang kebutuhan di koperasi. Harapan KEDUA manajemen koperasi bisa lebih baik lagi, agar kualitas koperasi tidak kalah dengan usaha franchise luar yang makin diminati. Harapan KETIGA pemerintah khususnya menteri koperasi bisa lebih memperhatikan secara detail perkembangan koperasi di Indonesia khususnya koperasi yang terdapat di desa-desa. Seperti memberikan job training untuk lebih memajukan citra dan ketertarikan masyarakat akan koperasi.  Harapan KEEMPAT usaha koperasi dapat lebih mengutamakan produk dalam negeri. Agar pendapatan negara bisa lebih tinggi dan dapat membuat masyarakat lebih produktif.

REFERENSI


Nama : Julia Kartika
NPM  : 14213716
Kelas  : 2EA03

Tidak ada komentar:

Posting Komentar