Tahukah kamu?
Hari-hari yang aku lalui, aku melalui hari dengan banyak luka dan kecewa. Banyak jalanan terjal, onak dan berliku. Teriakan tangisan bukan lagi hal yang biasa bagiku, tapi aku menangis dalam diam dan kesendirian. Dan aku melihat kamu begitu bahagia dengan duniamu, seolah-olah aku tidak pernah ada dalam pikiranmu. Aku disini melalui hari dengan perasaan sepi, perasaan diabaikan, sakit rasanya…
Tahukah kamu?
Aku mungkin bisa saja membagi semua cerita pedihku dan perasaan sepiku pada setiap pria yang menginginkanku. Bahkan mereka dengan sukarela memberikan hatinya dan menawarkan dirinya untuk bisa masuk dalam kehidupanku dengan memberikan segala kenyaman dan ketentraman buatku. Tapi aku tak tahu, mengapa hatiku tetap selalu tertuju padamu, walaupun aku sadar kamu tidak pernah peduli dengan semua kesakitan hidup yang ku alami. Terkadang aku berpikir, mengapa aku tetap mengharapkanmu dan peduli padamu sedangkan kamu tak pernah mengharapkanku dan tak pernah peduli padaku? Kadang aku tak sadar, dibelakangku ada orang yang peduli padaku, daripada orang yang aku pedulikan.
Bukan uangmu yang ku inginkan, tapi rasa pedulimu yang aku inginkan. Tapi mengapa aku hanya mendapatkan itu semua dari pria lain?? Pria lain yang melebihi segala-galanya darimu, perhatian, kepedulian, wajah dan materi. Tapi aku tetap terlalu bodoh, bodoh karena masih terus mengharapkanmu dan menanti dirimu.
Tahukah kamu?
Tangisanku dikala sepi? Menangis sendirian tanpa ada kamu yang mau memberikan bahumu untuk tempatku menangis dan meluahkan perasaanku.
Kadang aku merasa hidup ini seperti tak adil, tak adil karena membiarkanku terus meneteskan airmata. Begitu murahkah airmataku? Sehingga setiap orang yang kutemui begitu mudahnya membiarkan airmataku mengalir.
Tahukah kamu?
Saat ini aku tidak tahu, apakah aku harus membencimu atau harus tetap mencintaimu?
Aku ingin membencimu, tapi aku tidak bisa. Aku juga ingin tetap mencintaimu, tapi aku juga membencimu. Benci karena kamu tak pernah mengerti apa yang aku rasakan. Benci karena orang lain yang tak pernah aku cintai tapi lebih peka dan peduli pada perasaan terlukaku.
Kenapa setiap aku merasa sepi dan terluka, justru pria lain yang selalu menanyakan keadaanku?? Yang selalu peka dan seperti punya ikatan batin antara aku dengannya, ketika hatiku sedang membutuhkan seseorang untuk tempatku meluahkan perasaan terlukaku, dia selalu hadir tiba-tiba dan menanyakan keadaanku. Kenapa kamu tidak seperti dia??? Apakah ini merupakan kunci jawaban bahwa aku tidak lagi harus menunggumu???
Tahukah kamu?
Hatiku semakin hancur dan kecewa ketika aku melihatmu sepertinya bahagia dengan kehidupanmu. Bukan karena aku tak bahagia melihatmu bahagia, tapi aku hanya kecewa menerima semua kenyataan dan menyadari ternyata kamu memang benar-benar tidak pernah menginginkanku, dan benar-benar tidak peduli dengan keadaanku.
Kenapa kamu tidak paham makna dibalik senyumanku? Mengapa orang lain yang paham makna dibalik senyumanku?
REFERENSI
Nama : Julia Kartika
NPM : 14213716
Kelas : 2EA03

Tidak ada komentar:
Posting Komentar