Aku menulis ini besama
rasa sakit yang tidak benar – benar kamu
pahami
Berjuang pada perasaan
yang tidak berhasil kau tebak
Mengertikah kamu
perjuanganku juga butuh keperdulianmu?
Enah karena kau terlalu
bodoh untuk menilai atau terlalu egois untuk memaklumi
Aku mencoba sabar
Mencoba sabar
menghadapimu
Aku berusahan bertahan
Berusaha mempertahankan
yang harusnya aku lepaskan
Aku sudah menunggu
sangat lama
Mengharap perhatianmu
menderas kepaku
Tapi. . .
Hal itu tak kunjung ku
temui
Kamu masih begitu
dengan omonganmu
Dengan tingkahmu yang
tak berubah
Apakah kesabaran dan
perjuangan yang ku lakukan benar – benar tak terlihat di matamu?
Mengahap hanya diam dan
bisumu yang ku dapati di hari – hari kebersamaan kita?
Aku ketakutan dan
kedinginan sendirian
Kamu tak pernah ada di
sini saat aku butuhkan
Aku juga tak paham lagi
pantaskah kebersamaan kita terus aku perjuangkan?
Pantaskah sosokmu
selalu aku pertahankan?
Jika yang kudapatkan
hanyalah pengabaian, kepertidak perdulian, dan kebohogan
Bagian manakah yang
bisa memberi kebahagiaan?
Kamu jauh disana
Tak banyak yang kau
lakukan selain mengirimkan pesan singkat atau menyapaku dari ujung telfon
Tak banyak yang bisa
kita lakukan selain saling merindukan
Rasa perih itu semakin
membesar
Membentuk luka yang
semakin sulit untuk di sembuhkan
Semakin sering aku tak
melihatmu
Ketakutanku di sini
semakin berdebar
Perlukah aku
membandingkanmu dengan pria – pria lain yang lebih pandai meluangkan waktunya
untukku dari pada sedikit waktu yang kau luangkan untukku?
Kamu tak pernah perduli
betapa sakitku, perihku, dan sedihku
Kau biarkan aku
menyelesaikannya dengan sendirian
Inikah wujud
keperdulian yang selalu kau ributkan denganku
Mana keperdulianmu
Mana kehadiranmu
K O S O N G
Tolong jangan bilang
rindu
Jika kau tidak bisa ke
sini untuk membuktikan perasaanmu
created by @dwitasaridwita
( soundcloud.com/dwitasari )
Nama : Julia Kartika
NPM : 14213716
Kelas : 2EA03
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus