Blue
jeans , jaket coklat dan sepatu kats putih
yang kau kenakan di sore mendung ini. Mataku yang sejak lalu mencari dirimu
tetapi hanya bisa menangkap bayangmu saja lalu mengikutinya dari belakang. Tapi
kali ini di sore hari yang sedang di dera mendungnya cuaca, aku melihatmu bukan
hanya bayangmu dan aku kini berada tepat di depanmu. Tak sedikitpun aku tunjukan
yang sesungguhnya terjadi. Aku hanya berlalu pergi meninggalkanmu berpura-pura
mampu tak melihatmu. Berjalan lurus tanpa menoleh sedikit pun terus berjalan dibimbing
angin sore yang dingin dan mulai terasa menusuk tulang seperti dia yang sempat
membuat rasa kecewa yang menusuk sedalam dinginnya angin di sore ini.
Yang
sebenarnya ingin aku lakukan adalah menatapmu dan tersenyum tapi tak bisa.
Cahaya pagi telah mengambilnya dari awal hari sehingga sore ini tak ada
sedikit kesempatanpun utukku. Aku memang tidak mempunyainya kesempatan seperti
sejumput rumput di gurun pasir. Tak ada sedikitpun ruang dan lahan untuk
sejumput rumput kecil ini di situ. Hanya matahari yang bersinar terik seterik
dia yang kau pilih untuk menyinarimu. Akhirnya aku benar-benar menghilang di
sore itu meninggalkan dia sendiri bukanya aku benci . Aku hanya lelah aku
sangat lelah mencoba sekuat tenaga dan sekuat hati untuk menanam rumput kecil
di gurun pasir. Dan aku tau untuk bunga yang indah saja tak punya sedikitpun
ruang untuk hidup bahagia di gurun apalagi sejumput rumput kecil ini. Langkah
kaki semakin menjauh rintik hujan berdatangan, langit mulai meruntuhkan banyak
air.
setelah
cukup jauh dari keberadaanmu ku putarbalik langkahku, aku berlari kembali ke
tempatmu dan berlari secepat mungkin untuk sampai. Setelah sampai aku melihat seorang
yang sedang menangis diantara hujan sehingga air matanya tak terlihat, tapi aku
tau kalau ia menangis cukup deras. Berjalan pelan ke arahnya dan terseynum
membimbingnya ke tempat aman bagaikan angin sore yang menuntunku tadi.
"Kau kembali?"
"Ya
ternyata sore ini masih memberiku kesempatan untuk cepat berlari kembali ke
sini"
"Tapi
kenapa kenapa kau malah kembali aku telah membuatmu kecewa?"
"Memang
rumput tak bisa tumbuh di gurun, tapi jika ada oase bening yang membuatnya
tumbuh?"
"Ya
tapi hanya di sekitanya sajakan?"
"Tentu"
Kami
berdua pun tersenyum bersama dan berjabat tangan intinya kita hanya bisa
berteman. Menjadi teman akan lebih baik dari apapun teman adalah hal yang
terindah untukku maka dari itu jadilah temanku agar kau bisa menjadi yang
terindah untukku.
Nama
: Julia Kartika
NPM
: 14213716
Kelas
: 2EA03
Tidak ada komentar:
Posting Komentar