Selasa, 25 November 2014

BE FRIEND


Blue jeans , jaket coklat dan sepatu kats putih yang kau kenakan di sore mendung ini. Mataku yang sejak lalu mencari dirimu tetapi hanya bisa menangkap bayangmu saja lalu mengikutinya dari belakang. Tapi kali ini di sore hari yang sedang di dera mendungnya cuaca, aku melihatmu bukan hanya bayangmu dan aku kini berada tepat di depanmu. Tak sedikitpun aku tunjukan yang sesungguhnya terjadi. Aku hanya berlalu pergi meninggalkanmu berpura-pura mampu tak melihatmu. Berjalan lurus tanpa menoleh sedikit pun terus berjalan dibimbing angin sore yang dingin dan mulai terasa menusuk tulang seperti dia yang sempat membuat rasa kecewa yang menusuk sedalam dinginnya angin di sore  ini.

Yang sebenarnya ingin aku lakukan adalah menatapmu dan tersenyum tapi tak bisa. Cahaya pagi telah mengambilnya dari awal hari  sehingga sore ini tak ada sedikit kesempatanpun utukku. Aku memang tidak mempunyainya kesempatan seperti sejumput rumput di gurun pasir. Tak ada sedikitpun ruang dan lahan untuk sejumput rumput kecil ini di situ. Hanya matahari yang bersinar terik seterik dia yang kau pilih untuk menyinarimu. Akhirnya aku benar-benar menghilang di sore itu meninggalkan dia sendiri bukanya aku benci . Aku hanya lelah aku sangat lelah mencoba sekuat tenaga dan sekuat hati untuk menanam rumput kecil di gurun pasir. Dan aku tau untuk bunga yang indah saja tak punya sedikitpun ruang untuk hidup bahagia di gurun apalagi sejumput rumput kecil ini. Langkah kaki semakin menjauh rintik hujan berdatangan, langit mulai meruntuhkan banyak air.

setelah cukup jauh dari keberadaanmu ku putarbalik langkahku, aku berlari kembali ke tempatmu dan berlari secepat mungkin untuk sampai. Setelah sampai aku melihat seorang yang sedang menangis diantara hujan sehingga air matanya tak terlihat, tapi aku tau kalau ia menangis cukup deras. Berjalan pelan ke arahnya dan terseynum membimbingnya ke tempat aman bagaikan angin sore yang menuntunku tadi. "Kau kembali?"
  
"Ya ternyata sore ini masih memberiku kesempatan untuk cepat berlari kembali ke sini"
"Tapi kenapa kenapa kau malah kembali aku telah membuatmu kecewa?"
"Memang rumput tak bisa tumbuh di gurun, tapi jika ada oase bening yang membuatnya tumbuh?"
"Ya tapi hanya di sekitanya sajakan?"
"Tentu" 


Kami berdua pun tersenyum bersama dan berjabat tangan intinya kita hanya bisa berteman. Menjadi teman akan lebih baik dari apapun teman adalah hal yang terindah untukku maka dari itu jadilah temanku agar kau bisa menjadi yang terindah untukku.

Nama : Julia Kartika
NPM  : 14213716
Kelas  : 2EA03


Tidak ada komentar:

Posting Komentar