Korea
Selatan dikenal sebagai salah satu negara yang kaya akan unsur kebudayaan dan
tradisi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya festival yang dihelat di negeri
ini tiap tahunnya. Seperti pada saat musim dingin, kalian yang akan berkunjung
ke Korea Selatan sebaiknya pergi pada bulan Oktober sampai bulan Maret dimana
bulan tersebut salju akan turun. mengapa
musim dingin merupakan waktu yang terbaik mengunjungi Korea Selatan adalah
karena banyaknya festival festival seru yang tidak boleh dilewatkan. Berikut
ini beberapa festival musim dingin yang ada di Korea Selatan:
1. Taebaek Mountain Snow Festival
Setiap
dari bulan Oktober sampai bulan Maret, Korea Selatan akan mengalami musim
dingin atau musim dimana akan ada turunnya salju (Maaf kalau salah. Cr dari
beberapa sumber). Dengan menyambut salah satu musim mengasyikkan ini, di Negara
Gingseng Korea Selatan selalu mengadakan Festival musim dingin setiap tahunnya.
Salah satu yang paling terkenal adalah, Taebaek Mountain Snow Festival
atau Festival musim salju gunung Taebaek.
Seperti namanya, Festival ini bertempat di gunung Taebaek yang pemandangannya makin super duper bagus waktu musim salju. Sayangnya, festival musim dingin ini hanya diadakan mulai dari 27Januari sampai dengan 5 Februari. Walau begitu, banyak hal seru yang bisa kalian lakuin disini. Mulai dari lomba-lombaan bikin sesuatu dari salju, lombaan Siberian Husky dog sleeding, ice sleeding, kontes climbing nasional, kontes manusia salju dan Okung sled riding, melihat patung-patung es raksasa yang terpajang dan menghiasi area tertentu, dan mengemudi kereta luncur.
Seperti namanya, Festival ini bertempat di gunung Taebaek yang pemandangannya makin super duper bagus waktu musim salju. Sayangnya, festival musim dingin ini hanya diadakan mulai dari 27Januari sampai dengan 5 Februari. Walau begitu, banyak hal seru yang bisa kalian lakuin disini. Mulai dari lomba-lombaan bikin sesuatu dari salju, lombaan Siberian Husky dog sleeding, ice sleeding, kontes climbing nasional, kontes manusia salju dan Okung sled riding, melihat patung-patung es raksasa yang terpajang dan menghiasi area tertentu, dan mengemudi kereta luncur.
Tuan rumah untuk sebuah festival salju setiap
musim dingin selama 10 hari ini, juga selalu dibuka dengan pertunjukan musik
dan kontes memahat salju untuk mahasiswa seni.
Menurut survei yang dilakukan oleh situs
portal festival, Taebaek Mountain Snow Festival dipilih sebagai lokasi festival
nomor satu di Korea yang ingin dikunjungi. Selain pemandangan eksotis dari
puncak Gunung Taebaek yang berselimutkan salju putih nan cantik. Ternyata,
pengunjung juga sangat tertarik dengan patung salju menjulang tinggi yang
ada di sekitar Taebaek
City.
Saking bagusnya, pemandangan dari Gunung Taebaek ini telah diperkenalkan di seluruh Eropa seperti Belanda, Belgia, Jerman, Perancis, dan Spanyol, oleh sebuah stasiun penyiaran Belanda yang diikuti oleh M6 TV Prancis dari jaringan nasional yang meliput daerah tersebut. Program yang terdiri dari sembilan episode mengudara pada NET5 dari Belanda dan Belgia VT4 dari 1 April - 27 Mei.
Di tengah-tengah Januari sampai Februari, di danau Sangyo, provinsi Gangwon-do juga diadakan festival musim dingin yang dinamakan Inje Icefish Festival. Kita bisa menikmati pemandangan gunung Naeseoraksan dan juga bermain ski ataupun snowboarding disini.
Tidak cuma itu, di Inje Icefish Festival juga ada Inje Bingeo Fishing Festival. yaitu perlombaan memancing diatas es. Tujuan dari lombaan ini, tak lain agar para pengunjung lebih terhibur dengan adanya Inje Icefish Festival. Penonton festival diajak langsung untuk mencoba memancing di atas sebuah sungai beku yang hanya dilubangi beberapa cm diameternya. Dan jangan salah, meski suhu disana menjapai puncak dingin yang menusuk tulang, misal pada akhir Januari, tidak menghalangi keexcitedan pengunjung yang ingin bertelungkup di atas es untuk melihat lebih dekat pada ikan yang mereka pancing. Para pemancing terlihat sangat menikmati air bersih dari Soyang Lake 'beku' itu.
3. New Year (Seollal) Festival
Masih
di musim dingin. Tepatnya pada tanggal 23 Januari, Korea Selatan memperingati
Hari pergantian tahun mereka yaitu Tahun Baru Imlek, atau dalam bahasa
koreanya: Seollal. Museum Sejarah Seoul selalu mengadakan Festival tahunan
Seollal pada Hari tahun baru Imlek.
Dari mulai pukul 11 pagi sampai 5 sore, museum ini akan menampilkan pertunjukan, instrumen, pakaian tradisional, dan makanan dari seluruh dunia, dalam balutan tema untuk memperkenalkan acara tradisional Korea dari sudut pandang internasional.
Menariknya, peserta festival juga dapat mencicipi makanan tradisional, mencoba pakaian tradisional dan mencoba alat musik tradisional dari berbagai negara, termasuk Cina, Thailand dan Mongolia serta Korea.
Dari mulai pukul 11 pagi sampai 5 sore, museum ini akan menampilkan pertunjukan, instrumen, pakaian tradisional, dan makanan dari seluruh dunia, dalam balutan tema untuk memperkenalkan acara tradisional Korea dari sudut pandang internasional.
Menariknya, peserta festival juga dapat mencicipi makanan tradisional, mencoba pakaian tradisional dan mencoba alat musik tradisional dari berbagai negara, termasuk Cina, Thailand dan Mongolia serta Korea.
4. Jeju Jeongwol Daeboreum Fire Festival
Yang
keempat adalah Festival Api Daeboreum Jeongwol di Pulau Jeju. Festival tentang
“membakar kemalangan” dan “menarik keberuntungan”.
Festival ini diselenggarakan dari 2 Februari – 4 Februari, Festival Api di Daeboreum Jeongwol dimulai dengan ritual doa untuk panen yang baik. Festival api Jeongwol Daeboreum berasal dari tradisi kuno masyarakat Korea, yaitu kebiasaan membakar ladang yang sudah dipenuhi ilalang dengan tujuan untuk membasmi hama. Kebiasaan membakar ladang ini biasanya dilakukan menjelang masa tanam untuk bibit-bibit yang baru.
Dan
sekarang, festival api di Jeju ini dikemas dengan modern dan sangat menarik. Di
hari pertama festival, akan diadakan pertunjukan laser yang kemudian diikuti
dengan parade obor.
Di hari berikutnya, permainan rakyat tradisional khas Korea akan ditampilkan, contohnya adalah yutnori yang merupakan papan permainan tradisional yang dimainkan dengan melempar empat tongkat kayu. Kemudian, ada juga permainan juldarigi yang merupakan permainan tentang peperangan.
Di hari berikutnya, permainan rakyat tradisional khas Korea akan ditampilkan, contohnya adalah yutnori yang merupakan papan permainan tradisional yang dimainkan dengan melempar empat tongkat kayu. Kemudian, ada juga permainan juldarigi yang merupakan permainan tentang peperangan.
Hari terakhirnya, acara puncak dimulai. Yakni pembakaran ladang. Namun sebelum itu, akan diadakan pertunjukan kembang api di as Oreum, sebuah sebuah gunung berapi parasit.
Sementara itu, ada juga acara-acara lain yang tak kalah seru selama festival api ini berlangsung. Misalnya sesi meramal, perjalanan naik gunung, tari-tarian perang untuk “Great Unity”, sebuah “lighting of the sacred fire,” kompetisi membangun “moon house”, demonstrasi mengangkat batu (deumdol-deulgi), pertunjukan ucapan selamat dari kota-kota pertukaran internasional, ataupun festival kuliner yang juga menampilkan sup kacang merah Korea yang populer itu.
Bukan
hanya festival musim dingin saja yang di miliki oleh Korea Selatan, tapi masih
banyak lagi festival lainnya. Beragam festival mulai dari festival tarian
tradisional, festival membuat makanan dan minuman tradisional, hingga festival
lentera. Bagi yang masih penasaran dengan festival apa lagi yang ada di Korea
Selatan. Berikut ini kita akan melihat festival favorit dari sekian banyaknya
festival yang ada di Korea Selatan.
Boryeong Mud Festival
Dari
sekian banyak festival di Korea, festival ini mungkin merupakan festival yang
menarik jumlah wisatawan asing terbesar. Selama festival ini berlangsung daerah
boryeong ramai dikunjungi wisatawan asing yang berduyun-duyun ingin merasakan
khasiat dari lumpur Boryeong yang terkenal baik untuk kesehatan kulit ini.
Festival ini sendiri sudah berlangsung sejak tahun 1997 dan masih terus
berlangsung secara rutin tiap tahunnya sampai saat ini.
Wilayah
Andong terkenal kaya akan budaya dan tempat bersejarah, dan festival tari
topeng adalah atraksi kebudayaan utama yang menjadi ciri khas daerah ini.
Festival ini menyajikan sekitar 50 acara dan program workshop, mulai dari
pertunjukkan tari topeng nasional, internasional, kompetisi topeng dunia,
belajar menari topeng, belajar membuat topeng, hingga pameran topeng tingkat
dunia. Chingudeul yang ingin mengetahui kebudayaan Korea, khususnya seni tari
tradsional Korea wajib berkunjung kesini karena seni tari merupakan bagian
penting dari budaya Korea, khususnya tari Talnori Byeolsingut, yang telah
ditunjuk Aset Budaya Takbenda Penting Korea.
Festival ini
diselenggerakan secara rutin tiap tahunnya di sungai Namgang yang terletak
disekitar benteng Jinjuseong di propinsi Gyeongsangnam. Festival ini adalah
salah satu festival yang paling terkenal di Korea. Festival ini sendiri dibuat
untuk menghormati pahlawan-pahlawan pemberani yang gugur dimasa perang
Jinjuseong dalam menghadapi invasi Jepang (1592-1598). Selama perang lentera
digunakan sebagai sinyal militer, sarana berkomunikasi dengan pasukan cadangan,
dan sebagai cara untuk tetap berhubungan dengan anggota keluarga di luar
Benteng Jinjuseong.
Gangjin Celadon
Festival
Daerah
Gangjin yang terletak dibagian selatan Korea ini terkenal sebagai daerah
penghasil “Celadon” (keramik hijau) terbaik di Korea. Sejak abad ke 10 hingga
saat ini daerah ini melalui tangan para pengrajin terbaiknya terus menghasilkan
keramik terbaik. Di Gangjin Celadon Festival ini para pengunjung berkesempatan
untuk melihat langsung keramik-keramik terbaik dari Korea dan bahkan bisa ikut
merasakan proses pembuatan keramik.
Hampyeong Butterfly
Festival
Festival ini memberikan pengujung kesempatan untuk melihat dan berinteraksi lebih dekat dengan sesama makhluk hidup terutama kupu-kupu. Festival ini biasa dihelat sekitar bulan April hingga Mei tiap tahunnya, dan selama festival berlangsung kota Hampyong akan berubah menjadi kota kupu-kupu dengan dekorasi kupu-kupu yang menghiasi setiap sudut kota. Beragam acara mulai pameran berbagai jenis kupu-kupu, serangga, tanaman air, dan beberapa workshop bisa dinikmati disini. Untuk bisa mencapai daerah ini dari Seoul chingudeul bisa naik bus dengan lama perjalanan sekitar 4 jam 20 menit.
Pentaport Rock Festival
Pentaport
Rock Festival adalah sebuah festival rock yang tidak hanya didukung oleh
penyuka musik rock lokal Korea tetapi juga pecinta musik rock dari seluruh
dunia. Festival ini biasanya berlangsung selama tiga hari dengan penampilan
dari sejumlah musisi rock lokal dan juga musisi rock luar negeri. Pada tahun
2012 ini festival ini digelar di Gyeonin Ara Waterway, Nam-gu, Incheon dengan
harga tiket sekitar 77.000 Won (1 day pass) – 165.000 Won (3 day pass).
Muju Firefly Festival
Kunang-kunang
Muju dianggap begitu istimewa, bahkan mereka didapuk sebagai salah satu monumen
alam Korea. Tidak heran jika festival ini ditunjuk sebagai salah satu festival
budaya tahun 2012 oleh Departemen Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata, Korea.
Festival ini digelar di area Muju-gun propinsi Jeollabuk dengan menghadirkan
pertunjukan kembang api, parade jalanan, dan berbagai seni dan kerajinan
termasuk program kerajinan kayu, pewarnaan alami dan tembikar. Namun, program
yang paling dinanti adalah eksplorasi kunang-kunang dimalam hari untuk
mengamati dan memberi makan kunang-kunang di habitat alami mereka.
Cheonan
World Dance Festival diselenggerakan untuk merayakan tarian, lagu-lagu dan
kostum tradisional Korea. Festival ini berlangsung selama lima hari di tiga
tempat yaitu Cheonan Samgeori Park, Cheonan Station Square, dan Cheonan Mian
Stadium. Pengunjung dapat berpartisipasi dalam kompetisi menyanyi dan menari,
atau menghadiri peragaan pernikahan tradisional Korea. Selain itu, juga bisa
menyaksikan parade tari jalanan, mengikuti kelas menari, pesta kebun ala Korea,
dan ikut menarikan “neungsojeon” (tarian tradisional Korea).
The
Jarasum Internasional Jazz Festival diselenggarakan di Pulau Jaraseom yang
indah di Gapyeong propinsi Gyeonggi, merupakan festival musik jazz dalam skala
besar yang dapat menarik lebih dari 100.000 pengunjung setiap tahunnya. Tahun
ini sekitar 50 band dari seluruh dunia telah tampil dibeberapa panggung yang
ada diarea pertunjukkan tersebut. Disini kita tidak hanya bisa menikmati
pertunjukkan musik Jazz namun juga bisa mengunjungi sejumlah stan yang terdapat
disekitar lokasi seperti stan penjual roti dan stan yang menjual karya seni
yang beragam.
Di
Korea ada beberapa festival bunga krisan yang diadakan setiap tahunnya, namun
“Changwon Gagopa Chrysanthemum Festival” merupakan festival bunga krisan
terbesar yang digelar di Korea. Disini pengunjung bisa menemukan lebih dari
1.315 bunga yang mekar dari satu akar krisan. Jumlah yang signifikan ini
membuat festival ini tercatat dalam Guinness Book of World Records pada tahun
2009 lalu. Disini kita bisa menyaksikan pameran bunga krisan, promosi industri
bunga krisan, proses pembuatan teh krisan, mencicipi berbagai makanan lezat,
dan banyak lagi.
The
'Busan International Fireworks Festival' berlangsung setiap bulan Oktober di
sepanjang Pantai Gwangalli. Festival ini menyuguhkan berbagai acara yang
beragam seperti pertunjukkan laser cahaya berteknologi tinggi dan pertunjukkan
kembang api yang unik dan sarat akan warna-warna yang indah membuat festival
ini menjadi pusat perhatian dan kerap didatangi oleh 1juta pengunjung satiap
tahunnya.
REFERENSI
Nama
: Julia Kartika
NPM
: 14213716
Kelas
: 2EA03




























Tidak ada komentar:
Posting Komentar