Selasa, 25 November 2014

PENGABAIANMU


Aku yang sekarang sudah mulai sayang dan takut kehilangan, mencoba untuk memperthankan kebersamaan kita agar hubungan ini baik – baik saja dan mencoba mengerti dengan segala kesibukanmu yang membuatmu lupa akan hadirku, mencoba memahami semua perubahan sikap yang terjadi padamu dan mencoba sabar atas segala hal yang akhir – akhir ini membuatku penat akan semuanya.

Kepenatan yang sudah meracuni otakku ini membuatku lepas kendali, membuatku tidak dapat lagi mengontrol segala tindakanku. Aku yang membutuhkan perhatianmu tapi kau malah mengabaikanku, membiarkanku berjalan sendiri tanpa arah dan tujuan yang jelas. Aku tidak terbiasa seperti ini, seperti anak kecil yang tersesat dari ibunya. Aku butuh kamu untuk menuntun jalan dan arah tujuanku, aku ingin kita selalu berjalan berdampingan seperti dulu.

Apakah kamu ingat semua kenangan yang telah kita lewati bersama? Kita menangis dan tertawa bersama, dan telah melewati segala suka dan duka yang kita hadapi. Di saat aku sedih dan terpuruk akan semua masalah yang telah menderaku, kau selalu ada disisiku, selalu menemaniku tanpa enggan beranjak sedikitpun untuk meninggalkanku. Dan di saat kamu yang terpuruk, aku selalu ada disisimu dan memberimu semangat. Aku rasa kita telah saling melengkapi satu sama lain. Tapi kenapa sekarang semua sikapmu telah berubah?

Genggaman tanganmu dan hangatnya pelukmupun tak pernah lagi aku rasakan, bahkan tak ada lagi tangan yang menghapus setiap tetes air mata ini, tak ada pelukan yang membuatku tenang dan membuatku nyaman, yang mebuat tangisku sedikit mereda, yang membuatku sadar bahwa kamu bener – bener ada dan nyata. Tapi dengan sikapmu yang sekarang, aku malah berpikir kalau kamu semu dan tak pernah nyata, kau bagai bayangan di waktu senja, yang semakin lama akan semakin menghilang di telan oleh gelapnya malam.

Mungkin kamu sudah lelah dengan segala sikap pencemburu ku? Atau sikap Overprotektif ku akhir – akhir ini? Harusnya kamu tau aku seperti itu karna aku tidak mau kehilanganmu, kehilangan orang yang jelas – jelas aku cintai. Tapi mungkin caraku salah, terlalu menggenggammu hanya akan membuatmu semakin jenuh dan menjauh, semakin membuatmu tertekan dan terkekang. Tapi aku harus bagaimana? Harus diam dan menahan semua kesakitan ini sendirian? Aku hanya wanita biasa yang belum cukup dewasa dalam mengatasi masalah – masalah seperti ini.

Salahkah aku jika aku berharap untuk tetap menginginkan kamu yang dulu tanpa ada perubahan sedikitpun? kamu yang begitu menyayangi dan memperhatikanku dengan setulus hatimu, yang selalu bisa membuat senyum di wajahku. Bukan kamu yang sekarang, yang begitu cuek dan bahkan cenderung tidak perduli padaku, dan bukan kamu yang sekarang yang selalu mebuat tangis di wajahku.

Aku membutuhkanmu, sangat membutuhkanmu, aku tak kuat jika terus menerus seperti ini, di abaikan oleh orang yang jelas - jelas aku sayangi. Mengapa kau begitu tega? Mengapa kau melakukan ini semua? Mebuatku jatuh cinta tapi pada akhirnya justru membuat luka.

Berapa banyak tetesan air mata lagi yang harus jatuh dari mataku ini agar kamu mengerti perasaanku, bahwa AKU SANGAT MENCINTAIMU. Kamu seakan – akan tak perduli dan tak menghiraukannya. Apa sekarang hanya aku yang mencintaimu dan berjuang untuk mempertahankan semua ini sendirian? Jika kamu memang sudah tak mencintaiku dan tak menginginkanku lagi, aku akan coba mengerti, aku akan coba untuk menghilangkan rasa sayang yang sudah terlanjur sangat mendalam terhadapmu. Mungkin sulit bagiku untuk benar – bener menghilangkan semua perasaan ini, karena sosokmu sudah sangat melekat dihati dan pikiranku.


menjauh dari kehidupanmu, dan berusaha menahan diri untuk tidak lagi memperdulikanmu apakah aku sanggup?



Nama : Julia Kartika
NPM  : 14213716
Kelas  : 2EA03

Tidak ada komentar:

Posting Komentar