Aku yang sekarang sudah
mulai sayang dan takut kehilangan, mencoba untuk memperthankan kebersamaan kita
agar hubungan ini baik – baik saja dan mencoba mengerti dengan segala
kesibukanmu yang membuatmu lupa akan hadirku, mencoba memahami semua perubahan sikap
yang terjadi padamu dan mencoba sabar atas segala hal yang akhir – akhir ini
membuatku penat akan semuanya.
Kepenatan yang sudah
meracuni otakku ini membuatku lepas kendali, membuatku tidak dapat lagi
mengontrol segala tindakanku. Aku yang membutuhkan perhatianmu tapi kau malah
mengabaikanku, membiarkanku berjalan sendiri tanpa arah dan tujuan yang jelas.
Aku tidak terbiasa seperti ini, seperti anak kecil yang tersesat dari ibunya.
Aku butuh kamu untuk menuntun jalan dan arah tujuanku, aku ingin kita selalu
berjalan berdampingan seperti dulu.
Apakah kamu ingat semua
kenangan yang telah kita lewati bersama? Kita menangis dan tertawa bersama, dan
telah melewati segala suka dan duka yang kita hadapi. Di saat aku sedih dan
terpuruk akan semua masalah yang telah menderaku, kau selalu ada disisiku,
selalu menemaniku tanpa enggan beranjak sedikitpun untuk meninggalkanku. Dan di
saat kamu yang terpuruk, aku selalu ada disisimu dan memberimu semangat. Aku
rasa kita telah saling melengkapi satu sama lain. Tapi kenapa sekarang semua
sikapmu telah berubah?
Genggaman tanganmu dan
hangatnya pelukmupun tak pernah lagi aku rasakan, bahkan tak ada lagi tangan
yang menghapus setiap tetes air mata ini, tak ada pelukan yang membuatku tenang
dan membuatku nyaman, yang mebuat tangisku sedikit mereda, yang membuatku sadar
bahwa kamu bener – bener ada dan nyata. Tapi dengan sikapmu yang sekarang, aku
malah berpikir kalau kamu semu dan tak pernah nyata, kau bagai bayangan di
waktu senja, yang semakin lama akan semakin menghilang di telan oleh gelapnya
malam.
Mungkin kamu sudah
lelah dengan segala sikap pencemburu ku? Atau sikap Overprotektif ku akhir – akhir ini? Harusnya kamu tau aku seperti
itu karna aku tidak mau kehilanganmu, kehilangan orang yang jelas – jelas aku
cintai. Tapi mungkin caraku salah, terlalu menggenggammu hanya akan membuatmu
semakin jenuh dan menjauh, semakin membuatmu tertekan dan terkekang. Tapi aku
harus bagaimana? Harus diam dan menahan semua kesakitan ini sendirian? Aku
hanya wanita biasa yang belum cukup dewasa dalam mengatasi masalah – masalah
seperti ini.
Salahkah aku jika aku
berharap untuk tetap menginginkan kamu yang dulu tanpa ada perubahan
sedikitpun? kamu yang begitu menyayangi dan memperhatikanku dengan setulus
hatimu, yang selalu bisa membuat senyum di wajahku. Bukan kamu yang sekarang,
yang begitu cuek dan bahkan cenderung tidak perduli padaku, dan bukan kamu yang
sekarang yang selalu mebuat tangis di wajahku.
Aku membutuhkanmu,
sangat membutuhkanmu, aku tak kuat jika terus menerus seperti ini, di abaikan
oleh orang yang jelas - jelas aku sayangi. Mengapa kau begitu tega? Mengapa kau
melakukan ini semua? Mebuatku jatuh cinta tapi pada akhirnya justru membuat
luka.
Berapa banyak tetesan
air mata lagi yang harus jatuh dari mataku ini agar kamu mengerti perasaanku,
bahwa AKU SANGAT MENCINTAIMU. Kamu seakan – akan tak perduli dan tak
menghiraukannya. Apa sekarang hanya aku yang mencintaimu dan berjuang untuk
mempertahankan semua ini sendirian? Jika kamu memang sudah tak mencintaiku dan
tak menginginkanku lagi, aku akan coba mengerti, aku akan coba untuk
menghilangkan rasa sayang yang sudah terlanjur sangat mendalam terhadapmu.
Mungkin sulit bagiku untuk benar – bener menghilangkan semua perasaan ini,
karena sosokmu sudah sangat melekat dihati dan pikiranku.
menjauh dari
kehidupanmu, dan berusaha menahan diri untuk tidak lagi memperdulikanmu apakah
aku sanggup?
Nama
: Julia Kartika
NPM
: 14213716
Kelas : 2EA03
Tidak ada komentar:
Posting Komentar