Jumat, 05 Desember 2014

Me, You and Her #Part6


* * *

Di rumah sakit...
Aku segera menghubungi kedua orang tua Justin dan Caitlin, kekasihnya. Ya, aku di selamatkan oleh Justin dari tabrakan truk itu. Tapi aku tak tahu bagaimana keadaan orang yang menyelamatkanku tadi. Apa dia mati atau dia masih hidup? Aku bertanya-tanya sendiri. Caitlin datang bersama dengan kedua orang tua Justin yang sudah bercerai. Oh iya, Kami mempunyai kesamaan, kedua orang tua kami sudah bercerai.­
Mom Justin memeluk ku erat. Air matanya tak terbendung.

"Ivonne, bagaimana keadaannya?" tanya Dad Justin padaku yang sedang di peluk Mom Pattie, Momnya Justin.

"aku tak tahu. Dokter belum keluar dan memberitahu" ujarku di sela tangisku.

"maafkan aku ini semua gara-gara aku. Andai aku melihat truk itu tak mungkin Justin jadi seperti ini" kataku.

"sudahlah tak apa. Ini musibah" ujar Dad Jeremy, dadnya Justin menenangkan ku.

Air mata Caitlin tak dapat di bendung. Dia menarik ku dari pelukan Mom Pattie. Lalu menamparku dengan sangat keras. Tak apalah aku ikhlas. Aku memang yang bersalah di sini.

"Teman macam apa kau ini? Kau lihat sekarang di dalam, sedang berjuang antara hidup dan mati. Kau... Kau... Kau... Hanya minta maaf padaku, hm?" Lagi-lagi aku mendapat tamparan di pipiku yang satunya.

"Hanya itu yang bisa aku beri saat ini. Aku janji akan mengorbankan apa yang ku punya untuknya asal dia bisa seperti sedia kala" terangku, hatiku sakit saat mendengar ucapan Caitlin. seperti di remas, di pukul dan di hantam ribuan benda tajam disana.

Dokter keluar dari ruang UGD.

"mana keluarga korban?" tanyanya aku, Mom Pattie, Dad Jeremy, dan Caitlin bangkit dari tempat duduk menghapiri dokter itu.

"bagaimana keadaan anak saya dok ?" tanya Mom Pattie khawatir.

Dokter itu menunduk lesu."maaf, anak anda kehilangan penglihatanya dan jantungnya rusak akibat terkena tekanan keras"

"apa?2" tangis Mom Pattie semakin menjadi-jadi. "anakku buta? Anakku buta?!"

"maaf Nyonya, dia harus cepat mendapat donor jantung kalau tidak, mungkin nyawanya takan bisa di selamatkan" ujar dokter itu dan berlalu pergi. Mom Pattie pingsan seketika. Begitupun dengan Caitlin. Mungkin dia shock mendengar pacarnya takan bisa di selamatkan lagi. Tim medis rumah sakit membantu Mom Pattie dan juga Caitlin.

Aku menemui dokter yang menangani penyakitku. Kebetulan ini rumah sakit dimana aku periksa tentang penyakitku. Aku berusaha merayu dokter itu agar mau mengoperasi aku dan Justin. Tekad ku sudah bulat kali ini. Aku akan mendonorkan kedua mata serta jantungku untuk Justin, orang yang ku cintai.

Aku ingin menepati janjiku. Bukan hanya sekedar janji tapi ini adalah pengorbanan cintaku untuknya. Orang yang ku cintai selama ini. Akhirnya dokter spesialist kanker ku menyutuinya. Perjuangan yang sulit membujuk seorang dokter. Dokter spesialist ku menemui dokter yang merawat Justin tadi. Dokter itu ikut menyetujuinya. Operasi akan di lakukan besok.

* * *



created by Vivy Rahma

Nama : Julia Kartika
NPM  : 14213716
Kelas  : 2EA03


Tidak ada komentar:

Posting Komentar